Tertawa itu sehat. Atau kalau dalam bahasa
Inggris: “Laughter is the best medicine.” Pepatah tersebut mungkin
pernah Anda dengar tanpa pernah Anda benar-benar pikirkan artinya. Lagipula,
memangnya ada bukti ilmiah kalau tertawa itu menyehatkan? Ternyata ada!
Penelitian di Oxford University pada 2011 menemukan
bahwa tawa meningkatkan ambang rasa sakit Anda. Penelitian lain di University
of Arizona menemukan bahwa tawa meningkatkan kesehatan jantung, sedangkan
penelitian di University of Maryland menunjukkan bahwa aliran darah
meningkat
sebesar 22% ketika Anda sedang tertawa.
Dengan berbagai manfaat ini, tawa pun dijadikan sebagai
terapi kesehatan sekaligus gaya hidup sehat. Tawa mulai populer sebagai
‘olahraga’ rutin dalam bentuk laughter yoga alias yoga tertawa oleh
Madan Kataria, terapis India, sejak 2002. Tapi sebenarnya klub tertawa pertama
di India sudah terbentuk sejak tahun 1995. Sejak saat itu, popularitas terapi
ini terus berkembang, sehingga pada 2011 sudah ada 8.000 klub tertawa di 65
negara di seluruh dunia.
Yoga tertawa bekerja dengan cara menerapkan teknik
khusus yang mudah. Terapi ini mengkombinasikan latihan pernafasan dari yoga
serta latihan tertawa yang memberi oksigen pada tubuh dan otak, sehingga
peserta terapi merasa lebih sehat dan berenergi. Peserta terapi tidak perlu
mengandalkan komedi atau humor untuk bisa tertawa, tapi manfaatnya sudah bisa
didapatkan sejak terapi pertama. Terapi dilakukan dalam kelompok, dengan
anggapan bahwa tertawa itu menular, sehingga intensitas tawa bisa terjaga.
Tapi apakah tawa ‘palsu’ yang dipaksakan seperti dalam
yoga tertawa ini memiliki manfaat sama seperti tawa yang asli? Ternyata fakta
ilmiah menunjukkan bahwa tubuh tidak bisa membedakan antara tawa asli maupun
palsu, sehingga manfaat yang didapatkan pun sama. Jadi, beberapa manfaat yang
bisa didapatkan dari yoga tertawa adalah:
·
Menjaga Suasana Hati Positif
Tawa melepaskan endorfin dalam otak, sehingga suasana hati positif terjaga. Akibatnya, Anda justru akan tertawa lebih banyak.
Tawa melepaskan endorfin dalam otak, sehingga suasana hati positif terjaga. Akibatnya, Anda justru akan tertawa lebih banyak.
·
Membuat Anda Merasa Lebih Santai
Tawa membantu membawa lebih banyak oksigen ke dalam tubuh dan otak, sehingga Anda merasa lebih rileks dan berenergi.
Tawa membantu membawa lebih banyak oksigen ke dalam tubuh dan otak, sehingga Anda merasa lebih rileks dan berenergi.
·
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Tawa membantu mengatasi stres dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga Anda jadi lebih tak mudah sakit. Anda pun lebih cepat sembuh bila sedang sakit.
Tawa membantu mengatasi stres dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga Anda jadi lebih tak mudah sakit. Anda pun lebih cepat sembuh bila sedang sakit.
·
Menjaga Cara Pandang Positif
Tawa membantu membentuk cara pandang positif dan sikap optimis, bahkan saat Anda menghadapi suatu masalah pelik.
Tawa membantu membentuk cara pandang positif dan sikap optimis, bahkan saat Anda menghadapi suatu masalah pelik.
Walau belum terlalu populer di Indonesia, tapi Anda
sudah bisa menemukan klub tertawa yang mengajarkan terapi tawa. Tapi sebagai
langkah awal, Anda bisa juga mulai menambah frekuensi tertawa Anda.
Menonton film komedi atau meluangkan waktu bersama
keluarga dan teman dekat adalah kesempatan paling tepat untuk memancing tawa
Anda. Seperti kata-kata terkenal Warkop DKI,
“Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang!”
“Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang!”
sumber : http://brighterlife.co.id

0 komentar:
Posting Komentar